Asuhan Persalinan Normal

Dr. Indah Permata, M.Keb. 15 June 2023
kebidanan panduan persalinan praktik

Asuhan Persalinan Normal

Persalinan normal adalah proses fisiologis yang dimulai dengan kontraksi uterus teratur hingga pengeluaran plasenta. Asuhan persalinan normal bertujuan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi dengan intervensi minimal yang diperlukan.

Persiapan Persalinan

Evaluasi Awal

  1. Anamnesis:

    • HPHT dan perkiraan persalinan
    • Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya
    • Riwayat penyakit yang dapat memengaruhi persalinan
    • Riwayat alergi obat
  2. Pemeriksaan Fisik:

    • Tekanan darah, nadi, suhu, dan pernapasan
    • Pemeriksaan abdomen untuk menentukan posisi janin
    • Pemeriksaan dalam untuk menentukan pembukaan dan penurunan
    • Evaluasi kontraksi uterus
  3. Pemeriksaan Penunjang:

    • Evaluasi denyut jantung janin (DJJ)
    • Status laboratorium jika diperlukan

Persiapan Ruangan

  1. Kebersihan dan Sterilitas:

    • Ruangan bersih dan nyaman
    • Peralatan steril tersedia
    • Tempat tidur yang nyaman
  2. Peralatan Persalinan:

    • Set persalinan lengkap
    • Resusitasi bayi baru lahir
    • Obat-obatan esensial
    • Alat untuk manajemen aktif tahap III
  3. Dukungan Psikologis:

    • Pendamping (suami atau keluarga) jika diinginkan
    • Lingkungan yang tenang dan mendukung
    • Informasi yang jelas tentang proses persalinan

Tahap I Persalinan (Pembukaan)

Tahap Laten

  1. Karakteristik:

    • Pembukaan 0-3 cm
    • Kontraksi tidak teratur atau ringan
    • Durasi kontraksi 30-45 detik
    • Frekuensi kontraksi 5-30 menit
  2. Asuhan:

    • Observasi vital sign setiap 4 jam
    • Observasi DJJ setiap 15-30 menit
    • Dorongan mobilisasi dan perubahan posisi
    • Pemberian cairan oral
    • Dukungan psikologis
  3. Intervensi Minimal:

    • Hindari amniotomi prematur
    • Hindari induksi tanpa indikasi medis
    • Hindari pemecahan secara rutin

Tahap Aktif

  1. Karakteristik:

    • Pembukaan 4-7 cm
    • Kontraksi teratur dan lebih kuat
    • Durasi kontraksi 45-60 detik
    • Frekuensi kontraksi 2-5 menit
  2. Asuhan:

    • Observasi vital sign setiap 2-4 jam
    • Observasi DJJ setiap 15 menit
    • Evaluasi kemajuan persalinan setiap 2-4 jam
    • Dukungan posisi yang nyaman
    • Pemberian cairan oral
  3. Intervensi Sesuai Indikasi:

    • Amniotomi jika kemajuan lambat
    • Induksi/augmentasi dengan oksitosin jika perlu
    • Analgesia jika nyeri berlebihan

Tahap Transisi

  1. Karakteristik:

    • Pembukaan 8-10 cm
    • Kontraksi kuat dan sering
    • Durasi kontraksi 60-90 detik
    • Frekuensi kontraksi 2-3 menit
  2. Asuhan:

    • Observasi vital sign setiap 1-2 jam
    • Observasi DJJ setiap 5-15 menit
    • Dukungan intensif
    • Persiapan untuk tahap kedua
  3. Tanda-tanda Transisi:

    • Ibu merasa tidak sanggup lagi
    • Mual atau muntah
    • Tremor atau kedinginan
    • Penurunan janin yang signifikan

Tahap II Persalinan (Pengeluaran Janin)

Persiapan

  1. Posisi Ibu:

    • Posisi setengah duduk atau litotomi
    • Posisi lateral atau jongkok jika diinginkan
    • Hindari posisi terlentang datar
  2. Persiapan Bayi:

    • Set resusitasi bayi siap
    • Tempat bayi yang hangat
    • Peralatan penilaian APGAR
  3. Persiapan Ibu:

    • Perineal cleansing
    • Anestesi lokal jika episiotomi direncanakan
    • Dukungan psikologis intensif

Pengeluaran Kepala

  1. Teknik Pengeluaran Kepala:

    • Kontrol kepala dengan tangan kanan
    • Teknik Ritgen’s maneuver untuk melindungi perineum
    • Hindari ekstensi kepala yang berlebihan
  2. Asuhan Pada Pengeluaran Kepala:

    • Evaluasi sirkulasi tali pusat
    • Hisap mukon jika ada
    • Evaluasi adanya lilitan tali pusat

Pengeluaran Bahu

  1. Teknik Pengeluaran Bahu:

    • Tarik kepala ke bawah untuk mengeluarkan bahu anterior
    • Angkat kepala ke atas untuk mengeluarkan bahu posterior
    • Hindari traksi yang berlebihan
  2. Deteksi Distosia Bahu:

    • Turtle sign (tarikan kepala ke dalam)
    • Pengeluaran kepala terhenti
    • Tidak ada restitusi eksternal
  3. Penanganan Distosia Bahu:

    • McRoberts maneuver
    • Tekanan suprapubik
    • Episiotomi jika perlu

Penanganan Segera Bayi

  1. Evaluasi Awal:

    • Penilaian APGAR pada menit ke-1
    • Posisikan bayi dengan kepala lebih rendah
    • Hisap jalan napas jika perlu
  2. Prosedur Neonatal:

    • Pengeringan dan stimulasi
    • Profilaksis mata
    • Injeksi vitamin K1
    • Identifikasi bayi

Tahap III Persalinan (Pengeluaran Plasenta)

Manajemen Aktif Tahap III

  1. Pemberian Oksitosin:

    • 10 IU IM segera setelah lahirnya bayi
    • Atau 5-10 IU IV jika ada risiko perdarahan
  2. Pengendalian Tali Pusat:

    • Klem tali pusat setelah berhenti berdenyut
    • Atau setelah 1-3 menit untuk transfer darah
  3. Tarikan Tali Pusat Terkendali:

    • Dilakukan dengan kontraksi uterus
    • Tarikan lembut ke arah bawah
    • Dengan satu tangan melakukan kontra-traksi di atas simfisis

Tanda-tanda Pelepasan Plasenta

  1. Tanda-tanda Klinis:

    • Uterus berkontraksi dan naik
    • Perdarahan tiba-tiba meningkat
    • Tali pusat memanjang
    • Bentuk uterus berubah dari diskoid menjadi globular
  2. Teknik Pengeluaran Plasenta:

    • Teknik Brandt-Andrews dengan tarikan tali pusat terkendali
    • Teknik Crede dengan kompresi fundus dari atas ke bawah

Evaluasi Plasenta

  1. Pemeriksaan Plasenta:

    • Kelengkapan kotiledon
    • Integritas selaput
    • Posisi tali pusat
  2. Evaluasi Kelaikan:

    • Pastikan tidak ada sisa plasenta
    • Evaluasi adanya plasenta akreta
    • Periksa robekan jalan lahir

Tahap IV Persalinan (Observasi)

Observasi Ibu

  1. Vital Sign:

    • Tekanan darah, nadi, suhu, dan pernapasan
    • Setiap 15 menit selama 1 jam pertama
    • Kemudian setiap 30 menit selama jam kedua
  2. Evaluasi Perdarahan:

    • Jumlah perdarahan
    • Kontraksi uterus
    • Tanda-tanda perdarahan abnormal
  3. Perawatan Perineum:

    • Evaluasi luka episiotomi atau robekan
    • Perawatan luka yang tepat
    • Edukasi perawatan perineum di rumah

Observasi Bayi

  1. Vital Sign:

    • Suhu, pernapasan, dan warna kulit
    • Penilaian APGAR pada menit ke-5
    • Evaluasi tanda-tanda distress
  2. Inisiasi Menyusui Dini:

    • Bantu ibu untuk menyusui dalam 1 jam pertama
    • Evaluasi pelekatan bayi
    • Edukasi teknik menyusui

Edukasi Pasca Persalinan

  1. Perawatan Diri:

    • Perawatan perineum
    • Kebersihan pribadi
    • Nutrisi dan hidrasi
  2. Tanda-tanda Bahaya:

    • Perdarahan berlebihan
    • Demam
    • Nyeri kepala hebat
    • Gangguan penglihatan
  3. Kontrasepsi:

    • Opsi kontrasepsi pasca persalinan
    • Metode LAM (Lactational Amenorrhea Method)
    • Jadwal kunjungan nifas

Asuhan persalinan normal yang baik memerlukan keterampilan klinis, penilaian yang tepat, dan komunikasi efektif dengan ibu dan keluarga.